Visualisasi interaktif — tinggi hilal, elongasi & penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri 2026 menurut tiga metode
Tiga perspektif, satu data astronomi
Perjalanan Ramadhan 1447 H
Dari Awal Puasa hingga Idul Fitri — Tiga Perspektif
Hari ke-1
Kamis, 19 Februari 2026
Perbandingan Durasi Ramadhan — Tiga Metode
Muhammadiyah
30 hari
WH Lokal
29 hari
Pemerintah
30 hari
18 Feb28 Feb10 Mar21 Mar
18 Feb ★1 Ram (19 Feb)102030 Ram20 Mar ★21 Mar
Awal Ramadhan
1 Ramadhan
Muhammadiyah Rabu, 18 Feb WH LokalPemerintah Kamis, 19 Feb
Nuzulul Quran
17 Ramadhan
M Kam, 5 Mar WHP Jum, 7 Mar
Sidang Isbat
29 Ramadhan
Kamis, 19 Mar 2026
Idul Fitri
1 Syawal
MuhammadiyahWH Lokal Jumat, 20 Mar Pemerintah Sabtu, 21 Mar
Ramadhan 1447 H dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026 (Pemerintah & WH Lokal), atau Rabu, 18 Februari 2026 (Muhammadiyah — berdasarkan konsep sharing night).
Hasil Sidang Isbat — Resmi
Pemerintah tetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengumumkan hasil sidang isbat pada Kamis malam (19/3/2026):
"Berdasarkan hasil hisab dan rukyat, 1 Syawal 1447 H disepakati jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026."
Alasan: Hilal tidak memenuhi kriteria MABIMS di seluruh wilayah Indonesia.
Tinggi hilal tertinggi di Sabang, Aceh: +3°08' (memenuhi tinggi ≥ 3°),
namun elongasi maksimal hanya 6,10° — di bawah syarat 6,4°.
Ramadhan 1447 H di-istikmal-kan menjadi 30 hari.
Muhammadiyah → 1 Syawal = Jumat, 20 Mar 2026
Hilal wujud di atas ufuk di seluruh Indonesia (Sabang +3,13°). Cukup memenuhi kriteria wujudul hilal (h > 0°).
Wujudul Hilal Lokal → 1 Syawal = Jumat, 20 Mar 2026
Sama dengan Muhammadiyah — hilal wujud di atas 0° di seluruh Indonesia.
Pemerintah (MABIMS) → 1 Syawal = Sabtu, 21 Mar 2026
Elongasi 6,10° < 6,4° yang disyaratkan. Istikmal 30 hari Ramadhan.
Kesesuaian dengan Kriteria MABIMS — 19 Maret 2026 (Akhir Ramadhan)
PARAMETER
SYARAT
DATA TERBAIK
STATUS
Tinggi hilal
≥ 3°
3,13° (Sabang)
✓ Memenuhi
Elongasi
≥ 6,4°
6,10° (B. Aceh)
✗ Tidak memenuhi
Umur bulan
≥ 8 jam
10,44 jam (B. Aceh)
✓ Memenuhi
Rukyat
Terlihat
Tidak terlihat
✗ Tidak terlihat
Kesimpulan: Dari 3 parameter MABIMS, hanya 2 yang terpenuhi (tinggi & umur bulan). Elongasi kurang 0,3° dari syarat minimum. Ramadhan di-istikmal-kan 30 hari.
Eksplorasi Interaktif
Tinggi Hilal & Elongasi — Geser Kriteria
Geser slider untuk mengubah batas kriteria dan lihat kota mana yang memenuhi. Data faktual 19 Maret 2026.
3.0°
0°MABIMS: 3°5°
6.4°
0°MABIMS: 6,4°10°
≥ 3.0°
≥ 6.4°
Kriteria Imkanur Rukyah — MABIMS (PMA No. 1/2026)
Tinggi hilal≥ 3°Hanya Sabang/Aceh yang memenuhi
Elongasi≥ 6,4°Tidak ada kota yang memenuhi
Umur bulan≥ 8 jamBanda Aceh: 10,44 jam ✓
SyaratKetiganyaHarus terpenuhi semua sekaligus
Visualisasi Interaktif — Posisi Hilal di Langit
Dua Momen Kritis: Awal & Akhir Ramadhan 1447 H
Klik kota untuk melihat posisi hilal di langit barat saat maghrib. Diagram menunjukkan tinggi hilal (vertikal) dan elongasi (jarak dari Matahari) secara bersamaan, beserta batas kriteria wujudul hilal (0°) dan imkanur rukyah MABIMS (3° / 6,4°).
Sidang Isbat Awal Ramadhan — Senin, 17 Februari 2026
Ijtimak: 17 Feb 2026 pukul 19:12 WIB (12:12 UTC) — setelah maghrib seluruh Indonesia (terakhir Sabang 18:51)
Sabang
h = −0,93°ε = 0,94°
PILIH KOTA — Data 17 Feb 2026 saat maghrib (ijtimak belum terjadi → hilal belum lahir):
Sidang Isbat Akhir Ramadhan — Kamis, 19 Maret 2026
Ijtimak: Kamis, 19 Mar 2026 pukul 08:26 WIB
Sabang, Aceh
h = +3,13°ε = 6,10°
PILIH KOTA — Data 19 Maret 2026 (saat maghrib):
Perbandingan Tiga Metode Penentuan Awal Bulan
Muhammadiyah
Wujudul Hilal Global
Hilal wujud di mana pun di dunia + konsep sharing night (wilayah bagi malam).
1 Ramadhan: Rabu, 18 Feb 2026 1 Syawal: Jumat, 20 Mar 2026 Ramadhan:30 hari
Wujudul Hilal Lokal
Hilal Wujud di Indonesia
Hilal harus di atas ufuk (h > 0°) di wilayah Indonesia saat maghrib.
1 Ramadhan: Kamis, 19 Feb 2026 1 Syawal: Jumat, 20 Mar 2026 Ramadhan:29 hari
Pemerintah (MABIMS)
Imkanur Rukyah
Tinggi ≥ 3° + elongasi ≥ 6,4° + umur bulan ≥ 8 jam. Ketiganya harus terpenuhi.
1 Ramadhan: Kamis, 19 Feb 2026 1 Syawal: Sabtu, 21 Mar 2026 Ramadhan:30 hari
Awal Ramadhan: Muhammadiyah memulai 1 hari lebih awal (18 Feb) karena hilal sudah wujud di Alaska saat masih malam di Indonesia (sharing night). WH Lokal & Pemerintah sepakat memulai 19 Feb. Akhir Ramadhan: Hilal wujud (h > 0°) di seluruh Indonesia → Muhammadiyah & WH Lokal berhari raya Jumat 20 Mar. Tapi elongasi 6,10° < 6,4° → Pemerintah istikmal, Lebaran Sabtu 21 Mar.
💡
Singkatnya: Tinggi hilal (h) = seberapa tinggi Bulan di atas cakrawala. Elongasi (ε) = seberapa jauh Bulan dari Matahari di langit.
Diagram di atas menunjukkan keduanya sekaligus. Klik kota berbeda untuk melihat bagaimana posisi hilal berubah dari barat (Aceh, tinggi) ke timur (Papua, rendah).
Data lengkap
Ringkasan Data BMKG, LF PBNU & Kemenag
Kota
Tinggi Hilal
Elongasi
Umur Bulan
Lama Hilal
Status
Sabang, Aceh BMKG
+3°08'
6,10°
~10,4 jam
~15 mnt
Tinggi ✓ Elongasi ✗
Sabang, Aceh PBNU (haqiqy)
+2°53'
6°09'
—
14 mnt 44 dtk
Belum imkan
Jakarta PBNU (haqiqy)
+1°44'
5°45'
—
10 mnt 51 dtk
Belum imkan
Waris, Papua BMKG
+0°54'
4°33'
7,41 jam
~5,6 mnt
Belum imkan
Merauke, Papua PBNU (haqiqy)
+0°49'
4°36'
—
6 mnt 36 dtk
Belum imkan
Merauke, Papua BMKG
+0°91'
~4,54°
~7,5 jam
5,6 mnt
Belum imkan
📡
Data Kemenag (hisab): Tinggi hilal seluruh Indonesia berkisar 0°54'27" (terendah) hingga 3°07'52" (tertinggi).
Elongasi berkisar 4°32'40" hingga 6°06'11".
Kemenag memantau hilal di 117 titik lokasi di seluruh Indonesia.
🔭
Laporan rukyat dari lapangan:
— Malang, Jatim: Hilal tidak terlihat, tertutup awan tebal. Tinggi 1,654°, elongasi 5,1°.
— Maluku Tengah: Hilal tidak terlihat. Tinggi 1,528°, elongasi 4,26°.
— Seluruh titik pantau di Indonesia melaporkan hilal tidak terlihat.
⚠️
Perbedaan penetapan:
— Muhammadiyah: 1 Syawal = Jumat, 20 Mar 2026 (wujudul hilal global).
— Wujudul Hilal Lokal: 1 Syawal = Jumat, 20 Mar 2026 (hilal wujud di Indonesia).
— Pemerintah (MABIMS): 1 Syawal = Sabtu, 21 Mar 2026 (elongasi kurang 0,3° dari syarat).
Batas fisika
Danjon Limit — Kenapa Sabit Bisa Menghilang?
Pada elongasi di bawah ~7°, sabit bulan secara fisik menghilang — bukan karena terlalu redup, tapi karena cahayanya memang tidak terbentuk.
Kriteria Shaukat
8°
Margin aman, pasti terlihat
Danjon Limit
~7°
Batas fisika sabit terbentuk
MABIMS (rekor Stamm)
6,4°
Rekor terendah, kondisi sempurna
🌙
Malam 19 Maret 2026: Elongasi Indonesia berkisar 4,5° — 6,1°.
Seluruhnya di bawah Danjon Limit (~7°) dan di bawah kriteria MABIMS (6,4°).
Secara fisika, sabit bulan belum terbentuk sempurna untuk diamati.